AllNasional

Tujuan dari Dakwah itu bukan Merusak Tapi Mencerahkan

KRAMAT49 NEWS, YOGYAKARTA—Melaksanakan dakwah harus sesuai dengan perintah Allah dan dicontohkan oleh Rasulullah. Sebab dakwah adalah seruan bagi umat manusia menuju jalan Allah (QS Yusuf: 108) yaitu jalan menuju Islam (QS Ali Imran: 19). Dakwah juga sebagai upaya tiap muslim untuk merealisasikan fungsi kerisalahan dan fungsi kerahmatan.

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Niki Alma Febriana Fauzi menerangkan bahwa Fungsi kerisalahan dari dakwah ialah meneruskan tugas Rasulullah (QS Al-Maidah: 67) menyampaikan dinul-Islam kepada seluruh umat manusia (QS. Ali Imran: 104). Sedangkan fungsi kerahmatan berarti upaya menjadikan Islam sebagai rahmat (penyejahtera, pembahagia, pendamai) bagi seluruh manusia (QS Al-Anbiya: 107).

Allah SWT memberikan pesan agar dalam berdakwah disampaikan dengan bi-hikmah wa al-mauidhat al-hasanah wa jadil-hum bilati hiya ahsan (QS An-Nahl: 125). Hikmah adalah hal yang utama dari segala sesuatu baik lisan maupun perbuatan, yang lahir dari perpaduan ilmu dan kearifan. Al-mauidhat al-hasanah yakni uraian yang menyentuh hati yang mengantar kepada kebaikan. Wa jadilhum bi-lati hiya ahsan yakni berdialog dengan argumentasi paling baik. Karenanya, tujuan utama dari dakwah itu bukan merusak tapi mencerahkan.

“Rasulullah berdakwah selama sekitar 23 tahun dengan cara-cara yang bertahap dalam pembinaan aqidah, ibadah, akhlak, dan mu’amalah sehingga tercapai kehidupan al-Madinah al-Munawwarah, yakni suatu peradaban yang tercerahkan,” tutur Niki Alma kepada tim redaksi Muhammadiyah.or.id pada Senin (10/01).

Niki Alma turut menjelaskan bahwa dakwah yang dilakukan Muhammadiyah secara esensi, fungsi, dan aktualisasinya merujuk pada prinsip dakwah Islam pada umumnya. Dalam pelaksanaannya dakwah yang dilakukan Muhammadiyah mempertimbangkan faktor-faktor kondisi sasaran dakwah sehingga dilakukan bertahap sebagaimana contoh dakwah Nabi Saw.

“Pada awal kehadirannya Muhammasiyah ditentang oleh sebagian kalangan umat karena dianggap membawa paham baru, tetapi lama kelamaan dapat diterima luas sehingga menyebar ke seluruh Indonesia,” tambah dosen Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan ini.

sumber SM

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button