AllNasional

Kunci Penting Landasan Dakwah Muhammadiyah

KRAMAT49 NEWS, JAKARTA – Abdul Mu’ti menyampaikan jika kembali pada Muqqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah, di situ disebutkan bahwa Muhammadiyah adalah gerakan yang dilandasi firman Allah dalam surat Ali-Imron 104.

“ Saya kira kita semua sudah hafal diluar kepala, allah berfirman Waltakum mingkum ummatuy yad’ụna ilal-khairi wa yamurụna bil-ma'rụfi wa yan-hauna 'anil-mungkar, wa ulāika humul-mufliḥụn. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung, tutur Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini dalam Tabligh Akbar yang diselenggarakan LPCR PP Muhammadiyah, Senin (21/2).

Menurut Mu’ti ada beberapa hal penting yang menjadi kunci yang menjadi landasan dalam dakwah di Muhammadiyah.

Di antaranya yaitu kata umat. Di dalam al-qur’an kata umat itu disebutkan setidak-tidaknya sebanyak 61 kali yang menurut Mu’ti jika dipahami dalam pengertian luas dari ayat-ayat tersebut umat itu paling tidak memiliki empat pengertian.

Yang pertama umat itu adalah komunitas atau sekelompok orang yang mereka memiliki ikatan keagamaan atau ikatan akidah sehingga umat itu adalah mereka yang berhimpun karena adanya kesamaan aqidah karena adanya kesamaan agama dan keyakinan. Kemudian yang kedua, umat itu adalah komunitas yang orang terikat karena ada kesamaan kesamaan yang bersifat rasial atau bersifat etnis. Kemudian yang ketiga, umat itu adalah orang yang memiliki ikatan karena ada kesamaan yang berkaitan dengan tempat tinggal atau domisili. Yang keempat, umat itu adalah komunitas yang mereka memiliki visi dan misi serta ikatan yang kuat satu dengan yang lain walaupun diantara mereka terdapat perbedaan agama, rasial, domisili tetapi visi dan misi mereka sama.

“Karena itu maka kalau kita kaitkan ini dengan Muhammadiyah maka sesungguhnya Muhammadiyah itu sebagai sebuah komunitas sebagai sebuah organisasi saya kira memiliki berbagai aspek dalam dimensi umat itu saya sering mengartikan umat itu sebagai comunity dalam istilah sosial sosiologi bukan kerumunan,” tuturnya.

Mu’ti menyebutkan ada satu hal yang menjadi pembeda antara umat sebagai komunitas dengan umat sebagai kerumunan adalah adanya ikatan yang kuat di antara mereka dan adanya kesamaan visi diantara mereka.

“Tetapi kalau umat sebagai sebab comunity karena mereka memiliki ikatan yang kuat, mereka memiliki visi yang sama maka terdapat kohesivitas yang tinggi diantara mereka. Karena itu maka umat itu memiliki elemen yang paling tidak ada tiga yang menjadikan mereka sebagai umat itu,” terang Mu’ti.

“Yang pertama adalah adanya kesamaan itikad atau kesamaan keyakinan. Akidah itu kan artinya ikatan jadi mereka terikat karena ada kesamaan visi dan misi. Kemudian yang kedua, adanya jamaah. Mereka senantiasa bisa terikat karena mereka bersama-sama, jamaah itu tidak sekedar mereka yang berkumpul karena bisa saja mereka yang berkumpul itu menjadi sebuah kerumunan karena disyaratkan ada orang yang berkumpul tapi karena tidak ada ikatan maka qur’an menggambarkan tahsabuhum jami’an mengira mereka itu bersatu tapi wa qulubuhum syatta tapi hati mereka satu dengan yang lain itu saling berkeras hati,” sambung itu.

Karena itu, lanjut Mu’ti, maka di dalam umat itu ada jamaah yang jamaah itu ada akibat tapi kemudian yang membuat umat itu ada dimensi dinamis adalah umat itu bergerak bersama-sama.

Disinilah kemudian kita melihat kalau itu dikaitkan dengan al-imran 104 tadi maka umat itu adalah mereka yang bergerak untuk melakukan 3 hal. Yang pertama adalah yad’ụna ilal-khairi mereka yang bergerak bersama sama untuk mengajak manusia berbuat kebaikan. Kemudian mereka yang bergerak bersama-sama memerintahkan yang ma’ruf dan mereka yang secara bersama-sama mencegah yang munkar.

“Karena itu kalau saya kemudian mengaitkan dengan Muhammadiyah maka paling tidak muhammadiyah itu adalah sebuah momen sebuah gerakan yang dia memiliki ikatan yang kuat di antara satu dengan yang lain dan kemudian mereka juga berbasis komunitas. Sehingga saya sering menyebut dengan Muhammadiyah itu islamic community best moment. Mohon maaf ini istilah nya masih agak keinggris-inggrisan belum ketemu bahasa Indonesianya masalahnya. Jadi muhammadiyah itu adalah komunitas adalah gerakan yang berbasis komunitas. Yang gerakan berbasis komunitas itu memiliki ikatan akidah yang sama yaitu islam ini yang saya kira menjadi penting karena itu muhammadiyah tidak sekedar organisasi tidak sekedar gerakan. Karena ada gerakan yang dia tidak berorganisasi ada organisasi yang tidak ada gerakannya dan ada organisasi dan gerakan yang mereka itu melakukan berbagai macam kegiatan bukan untuk baik bukan untuk kemaslahatan tapi justru untuk menimbulkan kerusakan,” papar Mu’ti.

sumber Muhammadiyah

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Check Also
Close
Back to top button