AllNewsOlah Raga

Ternyata, Ratusan Anggota Tapak Suci di Mesir 99% Adalah Warga Asli Mesir

Kramat 49 – Meski Arab terkenal dengan tradisi perang, namun anehnya Arab tidak memiliki disiplin beladiri tertentu selain gulat. Semua beladiri di Arab, mayoritas adalah beladiri impor dari Asia.

Kekosongan ini, dimanfaatkan dengan baik oleh beladiri silat Tapak Suci untuk berkembang, terutama di Mesir. Lewat keterangan terulis, Jumat (24/9) Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Mesir 2020-2022 Umair Fahmidin menyebut bahwa hampir 99 % murid Tapak Suci di Mesir adalah masyarakat asli Mesir.

“Jumlah keseluruhan siswa Tapak Suci Mesir ada sekitar 1.500-an yang tersebar di 7 provinsi Mesir,” tulis Umair mengutip penjelasan Roni, Ketua Tapak Suci Putera Muhammadiyah Mesir.

Di Mesir, Tapak Suci Mesir mulai dirintis tahun 2003. Menurut Umair, keberadaan Tapak Suci mendapat respon sangat baik dari masyarakat.

Hal ini, kata Umair terbukti pada gelaran Festival Pencak Silat yang digelar di Cairo Internasional Stadium, Jumat (17/9). Pada momen itu, kata Umair terdapat tiga ratus siswa pencak silat dari perguruan Tapak Suci dan Telago Biru.

“Seragam berwarna merah dengan garis kuning yang menjadi ciri khas Tapak Suci membuat arena stadion seakan ter-Muhammadiyah-kan. Siapa saja yang melihat akan terkesan,” tulisnya. Peserta bukan hanya warga Indonesia dan Mesir, tapi juga ada warga dari negara lain.

Festival itu bahkan dihadiri oleh perwakilan Asisten Menteri Budaya dan Olahraga Mesir Amr Haddad, Dutabesar RI untuk Mesir Lutfi Rauf, Atdikbud KBRI Kairo Bambang Suryadi, Ketua Dewan Pengembangan Pemuda Muhammad Mamduh, Federasi Pencak Silat Internasional Mesir Ahmad Safwat, Kepala Otoritas Stadion Kairo Mayor Jenderal Ali Darwish, dan para jajaran staff KBRI yang lain.

Melihat hal ini, Umair yang merupakan Mahasiswa S2 di bidang Tafsir Universitas Al-Azhar, Kairo itu melihat harapan besar gerakan Internasionalisasi Muhammadiyah lewat Tapak Suci.

“Melihat antusiasme para siswa Tapak Suci Mesir dan penonton malam itu, saya yakin Internasionalisasi Muhammadiyah bisa melalui diplomasi Tapak Suci. Motto Tapak Suci yang berbunyi Dengan Iman dan Akhlak saya menjadi kuat, tanpa Iman dan Akhlak saya menjadi lemah siap menyongsong Internasionalisasi Muhammadiyah di abad ke-2 melalui seni dan budaya,” pungkasnya.

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button