AllInternasionalKhazanahNews

Umat Nabi Muhammad SAW dijamin Selamat, Tapi..

Kramat49 News, Nabi Muhammad Saw didaulat sebagai pemimpin para Nabi dan Rasul (sayyidul anbiya wal mursalin). Titel ini secara simbolik dipraktekkan dalam peristiwa Isra dan Mi’raj di mana Rasulullah SAW menjadi imam (pemimpin) shalat bagi nabi-nabi terdahulu di Masjidil Aqsha (HR. Bukhari dan Muslim). Hal ini menjadi bukti pengakuan para nabi atas kepemimpinan putra Abdullah dan Aminah ini.
Kemuliaan Nabi Saw memberikan dampak postif untuk umatnya. Allah SWT memberikan banyak keistimewaan kepada umat Nabi Muhammad Saw dibanding umat dari para Nabi terdahulu. “Kalian adalah umat terbaik,” yang diungkap dalam Surat Ali ‘Imran ayat 110. Secara umum, ayat itu jelas ditujukan kepada umat Rasulullah SAW.

Keistimewaan Umat Nabi Muhammad SAW

Ada beberapa alasan mengapa umat Nabi Saw begitu diistimewakan. Salah satu keistimewaan kepada umat Muhammad ialah Allah membebaskan dari kesusahan dan belenggu yang pernah menimpa umat-umat sebelumnya.

Pada umat sebelumnya, misalnya, jika seseorang berbuat kesalahan, Allah langsung menimpakkan siksa. Tanpa ampun. Hal ini terjadi dalam banyak kasus seperti kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyam (QS. At-Taubah: 70).

Kesulitan pada Umat Terdahulu

Nabi Nuh sampai harus berdakwah selama hampir satu abad, namun yang beriman hanya sekitar 80 orang. Lalu Allah Swt mendatangkan banjir besar kepada mereka (QS Al-Ankabut : 14).

Begitu pula dengan Nabi Hud yang diutus kaum ‘Ad. Saat mereka mendustakan kerisalahan Nabi Hud, Allah mendatangkan angin yang dahsyat disertai gemuruh yang menggelegar hingga mereka tertimbun pasir dan akhirnya binasa (QS. Fushshilat: 13).

Perbuatan homoseksual yang terjadi pada zaman Nabi Luth, Allah langsung menyiksa mereka dengan tertimbun di bawah reruntuhan rumah mereka sendiri (QS. Asy-Syu’ara: 160). Firaun yang menindas kaum Bani Israil dan mengaku sebagai tuhan, Allah binasakan diri dan bala tentaranya di Laut Merah (QS. Al-Baqarah: 50). Banyaknya kisah yang tertera di dalam Al Quran ini menunjukkan bahwa hukuman Allah terhadap kaum sebelum Rasulullah Saw bersifat langsung dan begitu sadis. Murka Allah sangat dasyat. Siksaan-Nya pun sangat pedih. Namun, keadilan dan kasih sayang-Nya meliputi alam semesta.

Umat Muslim di Zaman Kekacauan

Di zaman sekarang di mana perbuatan dosa dipertontonkan, pagelaran seks sesama jenis dibiarkan, pemimpin-pemimpin yang dzalim berkuasa, dan masih banyak lagi perilaku yang mendustakan agama.

Namun Allah tidak langsung menegur mereka dengan banjir sehebat zaman Nuh, tidak menghukum mereka dengan reruntuhan bangunan seperti zaman Luth, tidak pula menenggelamkan pemimpin-pemimpin dzalim ke dasar lautan layaknya di zaman Musa, dan tidak pula diazab dengan tiupan angin besar seperti dalam kisah Hud.

Karenanya, sejarah para rasul dan umat-umat dahulu adalah sunatullah yang berisi nasihat dan pelajaran yang harus kita petik. Salah satu pelajaran dari kisah umat terdahulu ialah Allah selalu memberikan kesempatan untuk bertaubat kepada kaum Nabi Muhammad Saw.

Memetik Hikmah

Keistimewaan ini tidak didapat kaum terdahulu, misalnya, satu-satunya jalan pertobatan di zaman Nabi Musa ialah dengan bunuh diri (QS. Al Baqarah: 54). Allah masih memberikan kasih sayang seluas-luasnya kepada umat Nabi Muhammad Saw. Membuka selebar mungkin pintu pertaubatan.

Karena seorang Muslim tentu tidak lepas dari perbuatan dosa, maka sudah sepatutnya bagi kita untuk senantiasa menyegerakan melakukan pertobatan kepada Allah SWT agar mendapat ampunan dari-Nya. Pertaubatan yang bisa dilakukan untuk menebus perbuatan dosa ialah dengan ucapan istigfar, menyesali perbuatan dosa, berjanji tidak akan mengulanginya, dan mengisi kegiatan dengan amal saleh. Konon, dalam sebuah hadis disebutkan bahwa keistimewaan umat Rasulullah Saw ini membuat Nabi Adam merasa iri.

sumber Muhammadiyaorid

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button