AllDaerahNasionalNews

Kartu Anggota Muhammadiyah Bukan Sekadar Aktivitas Administratif

KRAMAT49 NEWS, YOGYAKARTA –  Muhammadiyah termasuk organisasi terbesar dan tertua di Indonesia yang memiliki jutaan anggota. Hal ini ditunjukkan dari antusiasme warga Muhammadiyah mendaftar kartu tanda anggota Muhammadiyah hingga bulan Desember 2021. Warga Muhammadiyah yang ingin memiliki kartu tanda anggota Muhammadiyah (KTAM) masih akan terus bertambah tiap waktunya karena masih banyak juga warga Muhammadiyah yang belum memiliki KTAM.

Kepala Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Sofriyanto Solih Mu’tasim mengungkapkan bahwa sejak awal Muhammadiyah memiliki sistem keanggotaan yang tertib dan sistematis. Hal itu terkemuka dalam sejarah buku yang ditulis oleh Ki Bagus Hadikusumo nomor 1 terbit tahun 1944 tentang data Pokok Anggota Muhammadiyah, sistem keanggotaan yang sangat tertib dan sistematis.

Dijelaskan Sofri dalam melakukan pendataan anggota Muhammadiyah itu melalui beberapa fase. Fase pertama yaitu, Manual dan Sentralisasi dilaksanakan pada tahun 1944 s.d. 1990. Fase kedua, Komputerisasi dan Sentralisasi dilaksanakan pada tahun 1990, penerbitan sentral dan penomoran digital-sentral. Fase ketiga Komputerisasi dan Desentralisasi dilaksanakan pada tanggal 2011, pelimpahan wewenang ke PWM (ART ps.4 (Keanggotaan) ayat (5), berkas manual penomoran digital-sentral. Fase keempat, Online dan Efesien dilaksanakan pada tahun 2021, berkas non-manual. Dalam setiap fase tentu memilki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

“Sebaiknya proses kartu tanda anggota Muhammadiyah idealnya oleh Pimpinan cabang atau oleh pimpinan ranting bukan oleh orang-perorang atau masing-masing,” tutur Sofri, Rabu (8/12) pada pengajian pimpinan wilayah Muhammadiyah-Aisyiyah Jawa Barat.

“Sejak tahun 2018 diadakan KTAM keliling (Outdoor Service) ketika ada pengajian akbar di wilayah Jawa Tengah dan DIY didirikan stand khusus untuk pencetakan kartu tanda anggota Muhammadiyah, dan tetap melalui mekanisme pengesahan dari PCM dan bekerja sama dengan panitia setempat,” sambungnya.

Sofri melanjutkan bahwa ketika ada event-event besar Muhammadiyah tim KTAM PP Muhammadiyah juga membuka stand untuk pembuatan kartu tanda anggota Muhammadiyah dan dalam waktu tersebut bisa mencetak 200 sampai 300 kartu.

Dalam pembuatan KTAM memiliki dua pola, pola pertama PCM merekomendasikan pembuatan KTAM kepada jamaah/calon anggota . Pola kedua PCM tidak merekomendasi pembuatan KTAM kepada calon anggota yang belum/tidak aktif dalam kegiatan persyarikatan (pengajian dll). “Proses pembuatan KTAM itu bukan sekadar aktivitas administratif, akan tetapi idealnya juga menjadi aktivitas pembinaan ideologi” tegas Sofri.

Maka menurut Sofri, ada baiknya apabila telah memiliki KTAM dapat turut aktif dalam kegiatan-kegiatan Persyarikatan.

Sofri mengimbau agar sekolah-sekolah Muhammadiyah, ketika para siswanya lulus seharusnya difasilitasi kartu tanda anggota Muhammadiyah dan juga bagi perguruan tinggi Muhammadiyah sebelum wisuda diminta membuat kartu tanda anggota Muhammadiyah, ini bentuk dari proaktif PCM atau amal usaha untuk memfasilitasi PPM atau KTAM kepada aktivis atau kepada anggota yang tidak aktif tetapi mereka sudah menjadi anggota Muhammadiyah.

“Untuk pembaharuan, registrasi online hanya untuk anggota baru, anggota lama yang sudah memiliki nomer dan kartu lama maka prosesnya tidak ke PCM tetapi langsung melalui admin di wilayah atau admin di PP Muhammadiyah menyampaikan kartu lama ada perubahan data atau tidak dan menyampaikan foto barunya. Kartu Muhammadiyah ini diperlukan bukan hanya untuk kebutuhan pribadi tetapi untuk persyarikatan,” pungkasnya.

sumber Muhammadiyah

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button