AllNews

Tiga Rahasia Muhammadiyah Bertahan Lebih dari Satu Abad: Ikhlas, Syukur, dan Memberi Manfaat

KRAMAT49 NEWS, BANDUNG – Muhammadiyah lahir di masa pergerakan, sezaman dengan organisasi besar semacam Budi Utomo, Sarekat Islam dan lain sebagainya.

Di kala banyak organisasi tua yang tenggelam seiring berlalunya zaman, Muhammadiyah justru makin membesar hingga bertahan lebih dari satu abad.

Dalam Resepsi Milad 109 Tahun Muhammadiyah dan Milad 53 RS Muhammadiyah Bandung, Selasa (23/11) Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai ada tiga hal yang membuat Muhammadiyah tetap bertahan hingga sekarang.

Pertama, para pegiat Persyarikatan dianggap Dadang menghayati ayat ke-147 Surat An Nisa yang bermakna Allah tidak akan menyusahkan hamban-Nya selagi hamba itu rajin bersyukur.

“Muhammadiyah atau RSIB ini bisa berkemnbag karena kita bersyukur. Tapi kalau kita tidak bisa bersyukur, kenikmatan itu akan hilang. Inna ‘adzabi lasyadiid,” kata Dadang. Sifat syukur sendiri adalah mengapresiasi setiap capaian yang dimiliki dan tidak melihat ke atas.

“Kenapa Muhammadiyah maju? Kenapa Muhammadiyah berkembang? Kuncinya syukur kepada Allah. Orang Muhammadiyah tidak pernah mengeluh Pak, sejak saya ketua Ranting Cipadu, Ketua Cabang Ujung Beru, Ketua (Muhammadiyah) Wilayah Jawa Barat, sekarang Ketua PP Muhammadiyah, apa yang dikeluhkan hidup ini?” imbuhnya.

Selain sifat syukur, kunci Muhammadiyah bertahan lebih dari satu abad menurut Dadang adalah karena sifat ikhlas dan optimis pegiat Persyarikatan. Hal ini menurutnya mudah sekali dilacak dalam kegiatan pelayanan umat dan masyarakat di berbagai masa, terutama ketika terjadi pandemi Covid-19.

“Muhammadiyah baik dalam keadaan senang ataupun susah tetap memberikan pelayanan,” kata Dadang.

Setali tiga uang dengan apa yang disampaikan tentang eksistensi Muhammadiyah, Dadang juga berpesan agar amal usaha Muhammadiyah kreatif dalam menggunakan teknologi. Lembaga atupun majelis terkait di Muhammadiyah menurutnya perlu membuat aplikasi-aplikasi yang memudahkan pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan.

“Ini abad kedua abad yang lain. Kalau kita tidak meresponnya dengan baik, dengan kreativitas, kita tidak akan survive ke depan,” pesan Dadang.

“Betapa sekarang disrupsinya luar biasa. kalau kita tidak kreatif, tidak bisa mengimbangi perubahan-perubahan yang sangat luar biasa, itulah kita akan ketinggalan,” pungkasnya.

sumber Muhammadiyah

Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Related Articles

Back to top button